menambahkan, jadi loa-loa ini disebut juga sebagai cacing loa atau cacing mata dan hanya ditemukan pada manusia. cacing dewasanya hidup dalam jaringan subkutan (bawah kulit) dan dapat ditemukan di seluruh tubuh namun sesuai namanya sering ditemukan di conjungtiva mata. nantinya cacing betina akan mengeluarkan mikrofilaria yang akan beredar dalam darah pada siang hari dan malamnya berada dalam pembuluh darah paru. mikrofilaria ini seringkali tidak menimbulkan gejala namun dapat ditemukan dalam urin, dahak, atau cairan sumsum tulang belakang. mikrofilaria dalam darah akan dihisap oleh lalat, menjadi stadium infektif dalam tubuh lalat dan siap ditularkan ke tubuh hospes lainnya. penyakit ini lebih sering ditemukan pada pria dewasa dan tentu saja di daerah afrika sana. :)
And then there’s Loa Loa, who is much like guinea worm but has a nice affinity for your conjunctiva. Transmitted by a host of different fleas, people who experience Loa Loa come to the doctor complaining of seeing something move in their eye.
(via babblingnotes)
